Rabu, 06 Juni 2018

PRESS RELEASE HTTS 2018 STIKes Surya Global Yogyakarta





"PRESS RELEASE HARI TANPA TEMBAKAU SE-DUNIA STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA"

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa akhirnya pengurus PMKM telah melaksanakan arahan ISMKMI dalam memperingati HTTS (Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia). Kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa mendukung agar Indonesia lebih baik lagi dengan mendukung Indonesia segera aksesi FCTC. Sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat tentunya mengharapkan agar Indonesia memiliki derajat kesehatan masyarakat yang tinggi.
Nama kegiatan ini adalah “Cerdas Sosial Peringati HTTS”. Peringatan Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia ini kami lakukan dengan cara mencerdaskan para mahasiswa dengan memberikan informasi menganai FCTC dan ikut serta dalam mendukung Indonesi agar segera aksesi FCTC. Dikarenakan kampus kami yang telah libur pada saat peringatan HTTS maka kami memperingatinya dengan menyebarkan broadcast ke grup wa kelas. Broadcast tersebut berisikan informasi mngenai FCTC dan mengajak para mahasiswa mendukung aksesi FCTC dengan mengupload foto di instagram dengan menunjukan kartu identitas dan dapat pula mengisi form dukungan FCTC.
Dalam kegiatan peringatan Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia(HTS) ini dilakukan oleh Persatuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (PMKM) khususnya divisi POKJA ISMKMI. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 29 Mei-31 Mei 2018. Harapannya dengan adanya kegiatan ini mahasiswa lebih peduli lagi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat dan ikut berkontribusi dengan mendukung Indonesia segera aksesi FCTC.
              

Minggu, 03 Juni 2018

ROKOK KEUNTUNGAN NEGARA ATAU BEBAN NEGARA



ROKOK KEUNTUNGAN NEGARA ATAU BEBAN NEGARA ?
Tembakau adalah satu-satunya penyebab kematian yang dapat dicegah. Tapi longgarnya regulasi pengendalian tembakau di Indonesia membuat jumlah perokok terus meroket. Konsumsi rokok yang meningkat makin memperberat beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok. Penyakit terkait rokok menyebabkan defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Rumah Tangga Perokok cenderung memiliki pengeluaran rokok "Daripada ga merokok lebih baik ga makan" Pengetahuan bahwa merokok dapat menimbulkan berbagai penyakit dan mengancam kesehatan masyarakat sudah menjadi pengetahuan umum yang difahami oleh orang banyak. Merokok dapat membahayakan perokok dan orang-orang di sekitarnya dengan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, kanker, penyakit pernapasan dan berbagai penyakit lainnya. 
Riset menunjukkan kerugian makro ekonomi akibat konsumsi rokok di Indonesia pada 2015 mencapai hampir Rp 600 triliun atau empat kali lipat lebih dari jumlah cukai rokok pada tahun yang sama. Kerugian ini meningkat 63% dibanding kerugian dua tahun sebelumnya.
Kerugian makro ekonomi akibat konsumsi rokok 2015
(Dalam Rp triliun)
Total kehilangan tahun produktif
(morbiditas, disabilitas dan kematian dini)                             374.0606                                                        
Belanja kesehatan total (rawat inap)                                       13.67

Belanja kesehatan total (rawat jalan)                                      0.05

Belanja rokok                                                                          208.83

Total kerugian makro ekonomi 2015                                  596.61


Salah satu penyebabnya adalah Industri rokok selalu menghidupkan perdebatan antara kesehatan masyarakat vs pendapatan Negara dan petani tembakau setiap kali ada usulan peraturan baru dalam masalah pandemi rokok. Salah satu contoh perdebatan itu adalah kekhawatiran akan hancurnya industri tembakau jika Negara meratifikasi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Perdebatan serupa juga muncul saat pemerintah akan menerapkan kebijakan peringatan bergambar pada 24 Juni 2014 yang oleh industri rokok disebut akan mematikan produsen rokok kecil.
Menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat yang telah lama tergantung merokok  bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi hal tersebut bisa diupayakan dengan tindakan yang tepat, seperti penyebaran informasi tentang dampak negatif rokok serta pengubahan image ”merokok itu keren” dikalangan remaja melalui berbagai media yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih bagi masyarakat sehingga munculnya kesadaran bagi masyarakat, saat ini pun pemerintah sudah banyak turun tangan dalam menindak lanjuti kasus merokok dimulai dari pembuatan Perda larangan merokok serta himbauan untuk tidak merokok didepan publik.
Namun demikian,selain rendahnya kesadaran masyarakat akan banyaknya dampak negatif merokok baik dari segi kesehatan maupun perekonomian rumah tangga  salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam menanggulangi masalah rokok adalah besarnya kontribusi yang diperoleh dari industri rokok pada pendapatan nasional. Belum lagi angkatan kerja yang terserap pada bisnis rokok beserta industri terkait lainnya.

BY: Divisi LITBANG ISMKMI DIY

Sumber :
ttps://theconversation.com/riset-terbaru-kerugian-ekonomi-di-balik-konsumsi-rokok-di-indonesia-hampir-rp600-triliun-89089
https://www.kompasiana.com/deniwkk/rokok-dan-beban-ekonomi-masyarakat_54f36446745513792b6c7384

Senin, 20 November 2017

HARI KESEHATAN NASIONAL KE 53




     Pada Hari Kesehatan Nasional Ke 53 saat ini, Tema yang kita angkat adalah "Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku". Tema tersebut sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga dimana keluarga menjadi awal untuk mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.

     Kita tahu bahwa komponen terpenting dalam pencegahan penyakit selain dipengaruhi kualitas lingkungan serta sarana dan prasarana pelayanan kesehatan adalah PERILAKU Keluarga memiliki dampak yang besar dalam pembentukan perilaku individu. Keluarga merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak, pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh dan berkembang. Untuk itu kita perlu terus berupaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat khususnya di lingkungan keluarga.

     Program lain yang didorong adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan GERMAS, kita mengajak kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia yang kuat.

     Dengan mendorong Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga dan GERMAS, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat sebagai upaya Panduan HKN Ke 53 promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tinginya sehingga tercipta masyarakat yang produktif yang dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional.


     Peringatan HKN ke-53 ini menjadi momentum untuk seluruh insan kesehatan khususnya jajaran Kementerian Kesehatan merefleksi kembali sejauh mana keberhasilan upaya kesehatan yang sudah dilaksanakan baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam meningkatkan derajat kesehatan bangsa Indonesia. Sejauh mana keberhasilan sektor kesehatan dalam melibatkan semua unsur, lintas sektor, dalam melaksanakan Pembangunan Kesehatan.


Sumber : Panduan HKN 53 Tahun 2017